GERTASI NTB Siap Mewakafkan diri untuk Mengungkapkan Kasus Kasus Korupsi di NTB

 


Lombok Barat, NTB, Jounalntbnews.com.
Ketua GERTASI NTB apresiasi Kejaksaan Tinggi NTB atas tuntasnya penanganan kasus korupsi yang ada di LCC kabupaten Lombok Barat.

organisasi kemasyarakatan yang sangat getol mengungkap kasus kasus korupsi besar di NTB ini akan melanjutkan laporannya terkait Dugaan Kongkalikong dan Korupsi pelelangan 17 titik aset yang terjadi di kabupaten Lombok Barat yang ada di wilayah  Kota Mataram pada tahun 2011-2012.

Adapun dari hasil konsultasi hukum dan klinis hukum GERTASI NTB dan ahli hukum pidana ( yang tidak mau disebut namanya) dugaan kerugian negara yang ditimbulkan oleh pelelangan aset tersebut cukup fantastis, kurang lebih sekitar Rp. 100.000.000.000,_ ( Seratus Milyar) ,

Erwin menjelaskan Adapun modus yang diduga digunakan untuk memuluskan pelelangan tersebut antara lain :
- Panitia lelang kabupaten Lombok Barat menunjuk tim Apresault yang diduga bodong/tidak independen.
- Tim lelang dan Tim Apresault tidak menghitung nilai harga ex bangunan diatas tanah yang dilelang.
- Tim lelang dan Tim Apresault tidak mencari data pembanding Nilai Harga Jual Obyek Pajak (NJOP) di seputaran obyek lelang.
- Tim Panitia Lelang yang dibentuk Pemda Kabupaten Lombok Barat tidak pernah menyepakati pelelangan tersebut secara kolektif/gelondongan (17 titik aset), akan tetapi dalam faktanya pelelangan tersebut dilaksanakan secara kolektif/gelondongan untuk keseluruhan tegasnya.


Dari uraian diatas GERTASI NTB telah menyusun Laporan Dugaan Tindak Pidana Korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta yang diduga telah dilakukan secara berjamaah oleh Mantan Bupati Lombok Barat, Tim Panitia Lelang, Pejabat Lelang Negara, Tim Apresault Lelang dan Pemenang Lelang yang merupakan mantan Bendahara Golkar NTB sewaktu Zaini Aroni sebagai Ketua DPD Golkar NTB waktu itu. Imbuhnya.

Ketua GERTASI NTB H. Darmawan yang didampingi Sekretarisnya Erwin Ibrahim siap mewakafkan diri untuk mengungkapkan kasus kasus Korupsi di NTB tutupmya.(Red/ RJ).